Sidan Bungai Nsurai merupakan salah satu motif tenun ikat Dayak Kapuas Hulu yang dikenal melalui susunan belah ketupat, bunga geometris, dan pola sulur yang tersusun secara simetris. Motif ini mencerminkan keindahan, keseimbangan, serta keteraturan yang diwariskan dalam budaya masyarakat Dayak dan sangat relevan digunakan sebagai media pembelajaran etnostatistik.
Unsur Motif
Warna Dominan
Etnostatistik
Interaktif
Motif Sidan Bungai Nsurai berkembang di wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dan menjadi salah satu kekayaan tenun ikat tradisional masyarakat Dayak.
Bungai Nsurai melambangkan keindahan, keselarasan, kemakmuran, serta keseimbangan hidup yang dijaga oleh masyarakat Dayak secara turun-temurun.
Pola belah ketupat, bunga geometris, dan susunan motif berulang dapat digunakan sebagai sumber belajar statistika berbasis budaya lokal.
Data simulasi berikut digunakan sebagai contoh pembelajaran statistika berdasarkan identifikasi unsur visual pada motif Sidan Bungai Nsurai.
Belah Ketupat
Motif Bunga
Sulur Geometris
Border Tepi
Belah ketupat merupakan unsur visual yang paling banyak muncul pada motif Sidan Bungai Nsurai. Pola ini tersusun berulang secara teratur sehingga membentuk struktur utama kain.
Di antara susunan belah ketupat terdapat bentuk bunga geometris yang menjadi ciri khas motif Bungai Nsurai dan memperkuat nilai estetika tenun ikat Dayak.
Susunan motif kanan dan kiri menunjukkan keseimbangan yang kuat sehingga menghasilkan pola yang harmonis dan mudah dianalisis secara statistik.
Merah Bata
Putih Krem
Coklat Kemerahan
3 Warna Utama
Belah ketupat tersusun secara berulang pada seluruh bidang kain dan menjadi identitas visual yang paling menonjol.
Motif sulur geometris muncul sebagai ornamen pendukung yang menghubungkan satu pola dengan pola lainnya.
Bagian kiri dan kanan kain memiliki border vertikal yang berfungsi sebagai pembatas sekaligus memperkuat struktur visual motif.
Amati jumlah belah ketupat, bunga geometris, dan sulur yang terdapat pada motif Sidan Bungai Nsurai.
Kelompokkan unsur visual menjadi kategori belah ketupat, bunga geometris, sulur geometris, dan border tepi.
Sajikan hasil pengamatan ke dalam tabel frekuensi, diagram batang, dan diagram lingkaran untuk memudahkan interpretasi data.
Visualisasi berikut menggunakan data simulasi hasil identifikasi unsur visual pada motif Sidan Bungai Nsurai sebagai media pembelajaran statistika berbasis budaya Dayak Kapuas Hulu.
Motif Sidan Bungai Nsurai menunjukkan pola pengulangan yang sangat teratur melalui susunan belah ketupat, bunga geometris, dan sulur geometris. Karakteristik ini memungkinkan peserta didik melakukan identifikasi data, pengelompokan kategori, perhitungan frekuensi, hingga penyajian data dalam bentuk diagram statistik. Melalui pendekatan etnostatistik, peserta didik dapat memahami konsep statistika dengan memanfaatkan warisan budaya lokal sebagai sumber belajar yang kontekstual dan bermakna.
Berdasarkan data simulasi, unsur Belah Ketupat memiliki frekuensi tertinggi yaitu 20 sehingga menjadi unsur visual yang paling dominan pada motif Sidan Bungai Nsurai. Border Tepi memiliki frekuensi paling rendah yaitu 8. Hal ini menunjukkan bahwa struktur visual utama kain dibentuk oleh pola belah ketupat yang tersusun berulang dan simetris pada seluruh bidang tenun.
Hitung rata-rata frekuensi dari seluruh unsur motif Sidan Bungai Nsurai.
Tentukan nilai tengah dari data frekuensi unsur visual yang tersedia.
Tentukan unsur motif yang memiliki frekuensi tertinggi berdasarkan data simulasi.
Gunakan ETNOSTATS-AR untuk mengeksplorasi motif Sidan Bungai Nsurai melalui visualisasi budaya, analisis statistik, dan pengalaman Augmented Reality secara interaktif.